Posted by: denoksk on: Januari 11, 2010
“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
Hamba yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar.
Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, kadang pula meninggi. Ada saatnya seseorang menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri
Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh.
Penyebab Futur
Pertama, berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama)
Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain).
Rasul bersabda:
“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim)
Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan kontinyu.
Kedua, berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)
Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal ini bisa menghalangi dalam amal dakwah.
Ketiga, memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah)
Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)
Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada organisasi atau jamaah.
Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”
Keempat, sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat)
Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
Kelima, melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian)
Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya.
Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)
Keenam, masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang syubhat, apalagi haram)
Ketujuh, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah)
Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam perjuangannya. Dan itu membuat futur. Allah Berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Ahqaf: 14)
Kedelapan, bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah)
Kondisi lingkungan (biah) dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda:
“Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)
Kesembilan, spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i)
Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal.
Kesepuluh, jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat)
Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit.
Cara Mengobati Kelesuan
Pertama, jauhi kemaksiatan
Kedua, tekun mengamalkan amalan siang dan malam
Ketiga, mengintai waktu-waktu yang baik
Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.
Keempat, menjauhi hal-hal yang berlebihan.
Kelima, melazimi Jamaah
“Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.”
Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan rutinitas.
Keenam, mengenal kendala yang akan menghadang
Ketujuh, teliti dan sistemik dalam kerja.
Kedelapan, memilih teman yang shalih
Rasulullah bersabda:
“Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)
Kesembilan, menghibur diri dengan hal yang mubah
Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan.
Kesepuluh, mengingat mati, surga dan neraka
Wallahu a’lam bis shawab
Sumber: www.dakwatuna.com
Posted by: denoksk on: Agustus 9, 2009
ASALAMUALAIKUM WR, WB
Sebelum dan sesudahnya denok ucapkan beribu – ribu maaf karena denok lama ngk update blog nya adenok ini karena masih repot
dan juga denok lagi ada urusan yang harus diselesaikan . Dan insyaalloh kalau udah beres denok akan
update my blog .
WASALAMUALAIKUM WR, WB
DENOK SK 09,08,2009
HONG KONG
Posted by: denoksk on: Juni 11, 2009
Di keheningan malam yang sunyi
aku duduk sendiri di teras rumah ku
rasanya ingin ada orang yang maw menemani aku
tapi apa daya semuanya telah larut dalan keheningan malam yang sunyi
ketika ku sedang memikirkan sesuatu
hpku berdering dan aku angkat hp aku
ternyata teman aku yang tlp
dia bilang dia sedang sakit
dan besuk ia harus masuk rumah sakit
karena afutasi darah
ya allah,,,,,,,,,,
semoga ia cepat sembuh dan bisa seperti dulu lagi
bercanda , tertawa, bersama seperti dulu lagi
ya allah,,,,,,,,,,,,,
aku sangat sayang dia
selamatkan dia ya allah
aku ingin dia tersemyum seperti dulu lagi
ya allah kabulkanlah doa ku ini ya allah
Engkau lah yang memberi penyakit
maka Engkau pula yang menyembuhkanNYA
ya allah kabulkanlah doa ini
aku sangat sayang dia
aminnnnnnnnnnn
Posted by: denoksk on: Mei 21, 2009
Asalamualaikumwr, wb wb
Di hening malam
Di waktu hening malam
Di waktu sepi sembarang sunyi
Di waktu manusia di alam mimpi
Embun pagi membasahi bumi
Bangunlah insan
Buanglah selimutmu
Sucikanlah badanmu sujudlah menyembah membesarkan TUHANMU
Panjatkanlah doa mohonlah ampunan dari NYA
Agar bersih hatimu dan juga akalmu
Tundukanlah nafsumu pada kebenaran
Pangkat dan derajat bagi yang berjaga malam
Di waktu malam yang sunyi sepi
Untuk tuhan tertinggi lagi terpuji
Bangunlah insan singkirkan selimutmu
Jadikanlah malam untuk merintih dan mengadu
Kepada TUHANMU
Agar kerja kita di pimpinNYA
AMINNNNN..
Waalaikumsalam wr, wb
DENOK SK 21, 05,2009
HONG KONG
Posted by: denoksk on: Mei 21, 2009
Asalamualaikum wr, wb
Ya Allah…..!
Kini aku datang mengadu kepadaMU
Hanya kepada -MU aku minta pertolongan
Tunjukin aku jalan yang lurus
Kadang- kadang aku merasa sendiri tanpa ada teman yang menemani
Siapa yang mau mengerti perasaanku ini selain ya RABBI
Siapa yang dapat memahami perasaanku ini selain YA RABBI
Kepada siapa lagi aku mengadu selain kepada YA RABBI
YA ALLAH………….
Bantulah aku di dunia !
Kuatkanlah diriku ini ….gagahkanlah iman di dadaku ini….
Agar aku dapat terus menyeru nama-MU
Agar aku dapat menegakan agama-MU di dunia ini
Agar kau dapat terus mengaku bahwa … Engkau lah ALLAH satu-satunya RABB ku
Yang berhak ku sembah
Kemanakah akan ku cari hamba 2MU yang benar -benar ingin mencari ridhoMU
YA ALLAH
YA RABBI
Berikan hambaMU ini kekuatan
aminnnn
Waalaikumsalam wr, wb
DENOK SK 21, 05,2009
HONG KONG
Posted by: denoksk on: Mei 21, 2009
Asalamualaikum wr, wb
MUNAJAT
Satu detik aku sepi
Menunduk ke bumi
Membisu tanpa kata
Hanya titis air mata dan sendu
Beebicara penuh syahdu
Disini, kali ini , aku tewas lagi
Jatuh tersungkur , terluka berdarah
Disini aku tunduk
Di hadapan-MU aku berserah diri
Kedua tangan ku tadah
Air mata bercucuran
Betapa aku pasrah dihadapan-MU
Aku hamba-MU yang lemah
Kini berlutut di sejadah
Memohon pada-MU YA ALLAH
Dan pada-MU Tuhan yang ku sembah
Aku memohon limpah hidayah
Padamu ya allah
Kini aku beserah diri
Padamu ya allah
Aku memohon dan bergantung harap
Karena aku yakin dan pasti
Engkaulah Tuhan yang Maha Berhak
Pada-MU Ya ALLAH
Aku memohon dan berharap
Karena aku yakin dan pasti
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
Ya allah kini hamba-MU yang lemah beserah diri
Dihadapanmu
Ya Robbii……
Wasalamualaikum wr, wb
DENOK SK 21,05, 2009
HONG KONG
Posted by: denoksk on: Mei 14, 2009
Asalamualaikum wr, wb
Tak kan selamanya tangan ini bisa mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jatungku
Tak bertahan belahan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinya yang tlah hilang
Tak ada yang abadi
Biarkan aku bernafas setelah sebelum hilang
Tak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Bersiaplah para penganti
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Waalaikumsalam wr, wb
Denok sk, 14, 05,2009
Hong Kong
Posted by: denoksk on: Mei 8, 2009
ASALAMUALAIKUM WR, WB
dari dahulu mendengar suaranya
siapakah itu intan atau permata
lalu ku tulis kata -kata punjanga
menghiasi isi hatiku hanya untukmu
luas lautan usah coba diduga
jadi ingatan teman sebagai pedoman
namun ku terus coba mendekatimu
tetapi aku kecewa kita tak serupa
kau banding aku dengan kekayaan
tetapi aku ketinggalan walau ikhlas menyintaimu
kau bina tanpa rasa simpati masih kedengaran cinta yang ku cari
namun kini baru kusadari bukan mudah untuk melewati
ku antara sejuta yang mencintai mu
terlanjur mencintai mu dengan tulus dan suci
terlanjur mencintaimu
WASALAMUALAIKUM WR, WB
DENOK SK 08,05,2009
HONG KONG
Posted by: denoksk on: Mei 7, 2009
pada usia hampir sepertiga abad menjelang
ramai-ramai peristiwa datang meradang
mengejang mengencang sekujur nadi
memberangus poripori sempitkan peredaran
darah beku hati ngilu
Tuhanku, biarkanlah aku lepaskan kaki tertuju kepada-Mu
agar tamat riwayat hitam putih pergulatan waktu
akulah serigala liar di tengah gembalaan
memilih pulang tanpa membawa santapan
terlena nyanyian domba-domba bersahutan
membuai selayak bayi dalam asuhan
Tuhanku, kutamatkan salam ke kanan-kiri
tuntas perjalanan kisah kehidupan
comment