Bloknya Denok Neh…!!!

Sajak Embun_tajali.

Posted by: denoksk on: Mei 7, 2009

Kidung Cinta.

1


segala apa yang wujud dalam maujud ini

adalah tajalli-tajalli-Mu ya Robbi

Kau melimpahkan sifat-sifat-Mu, cahaya demi cahaya

benar, yang kunampak adalah Engkau jua ya Robbi

walaupun di depanku tersenyum wajah seorang insan


2


ya Robbi, aku ini pohon zaitun

yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat

namun aku tetap berdiri dengan sifat dan asma’-Mu,

mengabdikan harta-Mu yang tersimpan

bagaikan minyak yang penuh berkah

dalam sebuah pelita

Engkaulah yang menyalakan pelita ini

tanpa disentuh oleh api

alangkah terang-benderangnya cahaya-Mu

yang melimpah daripada kaca

seolah-olah ternampak kaca itulah cahaya,

cahaya itulah kaca


3


kembalikanlah asal diriku, agar aku bisa menjadi fana

betapa kurindukan Ahadiat, wahai Habibi yang kucintai

asalku adalah cahaya

sebelum Kauciptakan semua cakerawala di langit

akulah yang bertawaf pada Baitul Qudsi,

di Hadirat-Mu yang Tertinggi

lalu dari Alam Tertinggi itu Engkau melukis wajahku

aku pun menyaksikan keajaiban yang menakjubkan

jika kukatakan itu adalah gambaran-Mu,

walau sebesar lautan

dijadikan tinta kata-kata,

tak akan sampai ke daratan makna untuk difahami


4


dari persada mikraj, aku turun menjadi jisim

Kau semaikan benih diriku

pada debu-debu dunia yang hina-dina

betapa aku bisa bertahan sabar

untuk kembali melihat wajahku yang asal

wahai jasadku, engkaulah sebesar-besarnya hijab

yang memisahkan Habibi yang kucintai

maka jadilah engkau cermin dalam sifatku

agar bersatu dalam pandangan


5


dalam cermin, ku tak tahu wujud diriku

hanya pada Alam Semesta Kauperlihatkan diriku

oleh cahaya-Mu

agar aku mengenal siapa diriku

akulah fenomena yang dirumuskan

‘Yang Mengenal Aku adalah Aku’

maka terpadamlah lukisan wajahku

di kanvas azali dengan Wahdat-Mu,

aku ghaib dalam Sirr dan ghaib dari Ana

aku tak mampu melihat-Mu di maqam Wahadiat

wahai Habibi yang kucintai, ucapan mustahil diucapkan

jika tidak dengan ucapan-Mu

justeru itulah Al-Hallaj menyatakan Engkau dalam jubahnya

Habibi yang kucintai adalah Aku yang kucintai


6


aku tertegun tatkala kalbuku menyingkap

misteri yang mengaburkan akal

Engkau sebegitu dekat, ya Robbi

sampai aku pun tidak nampak diriku lagi

dan percaya dengan penuh keyakinan

seolah-olah ‘Aku-Mu’ adalah hakikatku jua

lantas kupanjatkan munajat ke sidrah-Mu

agar Kau bebaskanlah diriku

daripada sangkar permainan maut ini

agar sayapku dapat terbang melihat-lihat langit-Mu

dengan ketakjuban Alastu,

tiada lagi yang wujud selain Engkau


7


bawalah pedang dan kain kafan, jika di sinilah kematianku

dunia-Mu telah mengotori jiwaku

dan memijak-mijak tubuhku sebagai debu yang hina-dina

ah, demi tulang-belulangku yang reput,

runtuhkanlah dan bunuhlah aku

tanpa tinggal walau segenggam puing kewujudan

kerana kepasrahanku yang luhur

adalah melalui kefanakan yang abadi

8


tanpa melihat-Mu dalam zikirku,

betapa malangnya aku jauh dari-Mu

bagai seketul batu yang masih tertinggal di bumi,

sedangkan Kekasih-Mu telah jauh naik

ke tujuh lapisan langit

dan menyaksikan Wajah-Mu di Sidratul Muntaha

namun Engkau jua yang menyatakan

bahawa Engkau tidak bertempat,

kini di manakah Engkau


9


Engkaukah di antara semua yang wujud ini wahai Habibi

betapa Engkau tidak sepatutnya diabaikan

untuk bersujud syukur kepada-Mu

dosa yang paling besar ialah masih dengan pengakuan

adanya wujud yang lain dari Wujud-Mu

inilah dosa yang sukar ditebus

walau dengan iman yang selaksa Gunung Uhud

10


keghairahanku sekarang ialah melupakan semua hasrat

di hati keegoanku

aku hanya ingin menari seperti darwis

yang mabuk mengelilingi-Mu

ah tetapi, betapa keliru dan bingungnya aku

di sebaliknya terlihat makhluk pula yang menari mengelilingi diriku

sepi padang Sahara adalah lebih kusukai

daripada syurga yang berpenghunikan sungai mengalir,

getaran muzik sang bayu,

pohon-pohon dan bidadari

sebab pada kesepian aku hanya menyatakan Engkau sahaja

wahai Rahsia Yang Tersembunyi

11



orang-orang yang tinggal di bumi mencari-Mu di langit

tetapi mereka tidak melihat-Mu

tidak tahu di mana Engkau berada

mereka pun memandang Ka’abah di dalam Masjidil Haram

kerana terlalu rindu hendak bertemu dengan-Mu

padahal Engkau yang mereka sembah,

bebas dari pintu-pintu Masjidil Haram


12


sekarang aku telah memabukkan diriku ini

dengan sarbat minuman-Mu

lewat malam, siapakah yang akan memimpinku pulang

melalui jalan yang penuh ranjau dan suasana gelap gulita

tahu-tahu, tak seorang pengawal pun yang sedar

Sang Raja mengenakan jubah rakyat keluar dari pintu istana

13


Engkaulah Yang Tercantik

di dalam kesegalaan yang indah

tatkala terbitnya cahaya fajar kemerah-merahan,

tatkala kuntum-kuntum kembang

memekarkan kelopak-kelopak,

tatkala ombak menggulungi kebiruan samudera

tatkala rumput-rumput yang menghijau

menari-nari dihembusi sang bayu

tatkala sungai-sungai mengalirkan

simfoni arus yang merdu

tatkala beribu-ribu margasatwa

bangkit dari belantara peraduan,

tiada sehelai tabir pun dapat menghalang Kecantikan-Mu

Engkaulah yang ada sebelum segalanya ada

14


ya Robbi, tiada dinding yang dapat memisahkan

antara Engkau dan aku

telah Engkau jadikan aku untuk mentajallikan

Nama-Nama-Mu yang indah

akulah sasaran untuk Engkau memandang Wajah-Mu

aku tidak layak memiliki wujud-Mu ini

tiada wujud yang sebenar melainkan wujud-Mu

15


ya Robbi, telah Kaulabuhkan Tirai Kekasih itu

dan Kaunamakannya sebagai diriku

lantas aku pun tertutup dengan tiraiku sendiri

Engkau pun bertanya, “Bukankah Aku Tuhanmu?”

Bahkan! Aku menyaksikan-Mu

aku telah melihat-Mu sebelum Engkau hamparkan dunia ini

dan sesungguhnya aku mengenali siapa yang kulihat

di sebalik semua yang nyata

Engkaulah yang memperkenalkan diri-Mu

sebagai Maha Pencipta

setelah itu Engkau pun membuat perjanjian denganku

di Alam Lahut

kuterima amanah-Mu untuk menjadi khalifah di muka bumi

akan kukembalikan Hak-Mu

seberapa daya aku termampu berdiri

dengan Kalimat-Mu dan pertolongan-Mu

16


jika tidak kepada Al-Insan

kepada siapa lagikah Engkau akan mentajallikan

segala sifat-sifat-Mu?

jika tidak kepada Al-Insan, ke arah manakah lagi

Kau akan memandang Wajah-Mu?

demi itulah Kaujadikan Al-Insan

menurut gambaran-Mu,

dan daripada gambaran-Mu itu

Kaujadikan ianya khalifah

17


aku dibentukkan daripada rangkaian huruf

yang menyatakan Nama-Mu

dengan huruf terciptalah takdir kehidupanku

yang tercatat di Lohmahfuz

walau betapa pun banyaknya huruf-huruf

yang berbagai rupa di atas muka persuratan

namun yang zahir dan yang batin adalah titik jua

akulah titik di bawah huruf Ba dalam Basmallah

asal titik adalah fana dalam rahsia-Mu

18


aku bukanlah zat

setelah Engkau lenyapkan aku

daripada semua unsur perjodohan alam

akulah ‘jauhar’ yang tidak berbilangan

hanya tunggal dan meninggi

inilah ruh-Mu yang Kauhembuskan

dengan persalinan wadi, mani, manikam

laksana selendang kelembutan dan kehalusan

tetap tersembunyi pada diri Al-Insan

19


Sirr-Mu yang tersembunyi dalam diriku

lebih gagah dari bumi dan langit

Sirr-Mu menembusi pandangan tanpa bola mataku

Sirr-Mu tidak menyatakan Aku di dalam Aku

tiada isyarat dan pengetahuan yang sampai kepada Diri-Mu


20


ke mana sahaja aku menoleh,

kalimat-Mu ternampak jelas, “Laailaaha illallah”

apa pun selain Allah adalah bayangan Allah

apa pun selain Allah adalah rumusan Allah

apa pun selain Allah adalah kehendak dan kudrat Allah

maka itu aku menyembah Allah dengan Allah

tanpa Allah, aku bukanlah seorang penyembah

21


bercinta dengan makhluk

adalah penghalang untuk bertemu dengan-Mu

tetapi minum dari sarbat-Mu

telah membuat aku ghaib dari-Mu

22


Cinta-Mu adalah matahari kesempurnaan

walau air tasik sering berubah, matahari-Mu tetap anggun

aku dapat melihat-Mu dalam setiap detik,

dalam segala aneka ciptaan-Mu

23


Cinta kepada-Mu bukanlah puisi

Cinta kepada-Mu bukanlah falsafah dan makna

Cinta kepada-Mu bukanlah lukisan yang abstrak

Cinta kepada-Mu adalah

‘Aku ingin menampakkan perbendaharaan-Ku’

24


kulepaskan merpati hatiku terbang mengibas sayap

memagut bijirin di hamparan tanah

sang bayu petang menyusupi taman perkasihanku

mengusik kelopak-kelopak mawar

kusedar Kekasih telah menggamitku di musim semi

maka kurela melepaskan apa sahaja dari diriku

kuperlihatkan rumus-rumus wajahku,

tolehkan mata-Mu Kekasih

kutahu Kau hadir dalam fajar keindahan ini

air sungaiku telah mabuk mengalirkan simfoni

pohon-pohon menari dalam jubahku

menapaklah

kerana-Mu, semua rumputan menjadi mahligai istana

25


pelayaran bahtera cinta telah menyingkap hijabku

segala kesirnaan menuntun masuk ke pintu Diri-Mu sendiri

tapi mengapa aku masih mencari air

sedangkan aku telah berada di perairan-Mu

biarlah aku terlena di bahtera Nuh ini

dihanyutkan benturan gelombang

namun aku tetap tidak akan mengungkapkan rahsia-Mu

atau meresahi banjir yang menenggelamkan gunung-ganang

aku tidak upaya meluluskan diri

dari semua ujian empangan-Mu

jika aku lebur menjadi buih-buih di perairan cinta-Mu ini

pandanglah aku dalam makrifat-Mu

26


seperti Zulaikha merindukan Yusuf

dia telah keluar dari tabir-tabir kerahsiaan

dia sembunyikan segala-galanya

di balik matahari, bulan dan bintang-bintang

perempuannya tidak mengerti makna keindahan

dalam pertengkaran cinta

dia bawa Yusuf di hadapan mereka

yang terpotong jari-jemari

tidakkah kepada Yusuf, terlihat kecantikan-Nya

tidakkah kepada Yusuf, Sang Khalik berkata-kata,

‘Aku Maha Indah, Kusukakan keindahan’

27


dari bias keindahan Wajah-Nya

merencahi rempah warna kebun mawar

dengannya kupu-kupu bertebaran

mendekati keharuman

saksikan nyala lilin terbakar

ribuan kelkatu terlelap oleh api malam

dari percikan sinarnya, mentari berkelana

titik di bawah huruf ba adalah penemuan air

di tengah gurun Sahara

di atas wajar air, berabad rindu tengadahnya kembang

dan kiambang

tidakkah nampak pada sosok wajah laila

setiap lembar rambutnya menyingkapi kalbu majnun

Yusuf di penjara, menjadikan Zulaikha resah gelisah

pada tawanan cintanya sendiri

siapa Yusuf jika bukan cermin yang memantulkan

lukisan agung itu

meskipun Kau menyembunyi, ini juga hembusan nafas-Mu

dari persada langit walau dilitupi awan

dan gugusan cakerawala

aku dibayangi gunung, gurun pasir, lembah dan kerikil

di jalan setapak

aku menemui namaku

tertera di antara kubur-kubur yang telah dilupakan

tidur di wilayah-Mu yang tercinta,

adalah berbantalkan sebelas bintang,

bulan dan matahari

kudambakan semuanya sujud

dalam mimpi seorang Yusuf

Tinggalkan Balasan

Photobucket
Untuk teman - teman yang mampir di blog nya denok, denok ucapkan terima kasih semoga bermanfaat dan bisa sharing , tukar pengalanman aminnnn.....

Profil Facebook Denok Sk

RSS denok sk

  • MAAF LAMA NGK UPDATE MY BLOG,,, LAGI SIBUK,,,, Agustus 9, 2009
    ASALAMUALAIKUM WR, WB Sebelum dan sesudahnya denok ucapkan beribu – ribu maaf karena denok lama ngk update blog nya adenok ini karena masih repot dan juga denok lagi ada urusan yang harus diselesaikan . Dan insyaalloh kalau udah beres denok akan update my blog . WASALAMUALAIKUM WR, WB DENOK SK 09,08,2009 HONG KONG
    denoksk
  • denok photo,,,,,,, Juli 11, 2009
    denoksk
  • TETAPLAH SEMANGAT WAHAI SAHABAT,,,,,,,,,, Juni 11, 2009
    Di keheningan malam yang sunyi aku duduk sendiri di teras rumah ku rasanya ingin ada orang yang maw menemani aku tapi apa daya semuanya telah larut dalan keheningan malam yang sunyi ketika ku sedang memikirkan sesuatu hpku berdering dan aku angkat hp aku ternyata teman aku yang tlp dia bilang dia sedang sakit dan besuk ia harus masuk rumah sakit karena afuta […]
    denoksk
  • DI HENING MALAM Mei 21, 2009
    Asalamualaikumwr, wb wb Di hening malam Di waktu hening malam Di waktu sepi sembarang sunyi Di waktu manusia di alam mimpi Embun pagi membasahi bumi Bangunlah insan Buanglah selimutmu Sucikanlah badanmu sujudlah menyembah membesarkan TUHANMU Panjatkanlah doa mohonlah ampunan dari NYA Agar bersih hatimu dan juga akalmu Tundukanlah nafsumu pada kebenaran Pangk […]
    denoksk

DENOK ARTICEL

MAAF LAMA NGK UPDATE MY BLOG,,, LAGI SIBUK,,,,

denok photo,,,,,,,

TETAPLAH SEMANGAT WAHAI SAHABAT,,,,,,,,,,

DI HENING MALAM

KEMANA ……?

MUNAJAT…….!

TAK ADA YANG ABADI………????

TERLANJUR MENCINTAIMU ……..

Antologi Empat_unsur.

Sajak Embun_tajali.

More Photos
Subscribe to sajak_sufi

Powered by Antologi Sajak_sufi